Sorowako, 17 September 2018. SMA YPS Soroako hari ini memulai pelaksanaan Ujian Tengah Semseter (UTS) bagi siswa kelas XII. Berbeda dengan pelaksanaan UTS pada tahun-tahun sebelumnya, UTS kali ini mewajibakan seluruh mata pelajaran menggunakan aplikasi BeeSmart. Aplikasi BeeSmart ini memiliki tampilan CBT yang mirip dengan CBT Puspendik. Hanya saja pengaturan atau settingannya menggunakan aplikasi XAMPP yang dikonfogurasi mirip dengan CBT Puspendik.

 

Penggunaan aplikasi Beesmart sebagai aplikasi yang digunakan dalam pelaksanaan UTS ini bertujuan untuk membiasakan siswa kelas XII mengerjakan soal ujian berbasis komputer/android. Hal ini dilakukan karena sejak tahun 2016, pelaksanaan Ujian Nasional dilakukan dengan sistem CBT yakni Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Jadi siswa diharapkan sudah terbiasa membaca, mengerjakan soal dan memilih item jawaban melalui CBT. 

 

Proses penggunaan BeeSmart untuk dijadikan sebagai aplikasi ujian bukanlah hal yang sulit. Guru mata pelajaran hanya perlu memasukkan soal ke dalam template soal beesmart. Setelah itu, panitia ujian bersama dengan teknisi dan proktor akan memasukkan template soal ke dalam aplikasi BeeSmart. Setiap siswa akan dibuatkan password dan username masing-masing dan hanya perlu log in ketika akan memulai ujian dan log out setelah selesai mengerjakan ujian.

Menurut ibu Rezky Dwi Yanti selaku panitia UTS Semester Ganjil Kelas XII, penggunaan aplikasi BeeSmart ini tidak mengalami kendala. Semuanya berlangsung dengan baik dan sesuai dengan perencanaan. Hanya saja guru mata pelajaran harus berhati-hati dalam memasukkan soal dan kunci jawaban ke dalam template agar tidak terjadi kesalahan dalam pembacaan soal oleh aplikasi. 

 

Hal senada disampaikan oleh bapak Mahmuddin selaku kepala SMA YPS Soroako. Saat ini kita tidak bisa menghindari pergeseran teknologi dalam bidang apapun termasuk dalam dunia pendidikan. Bahkan teknologi harus kita masukkan dalam dunia anak-anak kita khususnya dalam membiasakan generasi millennial melek teknologi. "anak-anak kita senang dengan smartphone, senang dengan tablet dan komputer, jadi kita mencoba memasukkan dunia pendidikan dalam kesenangan mereka, mengajak mereka memanfaatkan perangkat yang mereka miliki untuk digunakan dalam ujian, jangan perangkat itu hanya digunakan untuk bermedia sosial di dunia maya, kita jadikan perangkat itu bermanfaat dalam dunia nyata mereka, dan kita liat mereka senang dan dangat antusias mengikuti UTS berbasis BeeSmart kali ini" tambah beliau ketika redaksi www.smayps.sch.id menemui beliau.

 

Sedangkan menurut bapak Andi Lukman selaku wakasek kurikulum, UTS berbasis android menggunakan aplikasi BeeSmart ini sangat membantu guru dalam hal pengoreksian hasil ujian. Hasil ujian bisa langsung didapatkan sesaat setelah siswa log out dari aplikasi sehingga guru memiliki waktu yang lebih banyak untuk memberikan pengayaan-pengayaan maupun kegiatan pengembangan diri  lainnya karena durasi waktu untuk mengoreksi lembar jawaban siswa sudah dipangkas berkat adanya aplikasi ini. Selain itu sekolah juga dapat memangkas  penggunaan kertas yang selama ini setiap kali UTS maupun ujian semester berlangsung sedikitnya memerlukan sekitar 90 rim kertas untuk kelas X, XI dan XII. Tetapi dengan UTS berbasi BeeSmart, penggunaan kertas bisa ditekan hingga 50% dari sebelumnya. 

 

UTS berbasis BeeSmart kali ini menggunakan 7 ruang ujian di mana setiap ruangan telah dilengkapi dengan jaringan wifi. Setiap ruangan juga diawasi oleh 1 orang pengawas yang akan menjelaskan secara mendetail mekanisme pelaksanaan ujian berbasis android ini. Siswa dapat mengikuti ujian dengan menggunakan tablet, smartphone maupun komputer.  Rencananya UTS akan dilaksanakan sampai tanggal 24 September 2018.

 

 

Berita  : A.L.

Foto  : A.L