By : MAX A. KOLIBU,  Repost By Administrator Website http://sma.yps.sch.id

Tulisan ini disusun berdasarkan informasi yang didapat dan pengalaman penulis di lapangan selama berada di Soroako/di proyek tambang Nickel/P.T. INCO Soroako.

Bapak B.N.Wahju sebagai tokoh Pendidikan:

  1. Saya masuk ke P.T INCO Soroako pada bulan Februari 1976 untuk membuka SMP, mendapat informasi tentang “sepak terjang” Bapak B.N.Wahju yang merupakan salah satu tokoh yang peduli  kepada “ DUNIA PENDIDIKAN” Berdirinya TK dan SD di Malili dalam wilayah kerja P.T INCO adalah merupakan gagasan Bapak B.N Wahju. TK dan SD ini beraktivitas dalam kurun waktu tahun 1970 s.d. 1975. Setelah pembangunan perumahan bagi karyawan P.T INCO  di Soroako, mulailah berpindah karyawan dari Malili ke Soroako, maka pembangunan sekolahpun diadakan di Soroako.
  2. Pada tahun 1976 bulan Februari bersamaan diterimanya saya oleh P.T INCO, maka SMP mulai dibuka dengan jumlah murid 4 orang dan saya sebagai guru dibantu 2 guru spesialis (guru sekolah asing dan Indonesia), TK, SD, SMP yang dibuka oleh P.T INCO pada waktu itu dikelola dibawah Departemen Personalia P.T. INCO Soroako lokasi persekolahan pada waktu itu untuk TK, SD, SMP, berada di Singkole dekat dengan komplek perumahan karyawan Staff kemudian berkembang dengan pesat sehingga dibangun komplek persekolahan di Lawewu.
  3. Menurut Bapak B.N Wahju, diadakannya sekolah–sekolah di P.T INCO bertujuan memberi fasilitas pendidikan yang berkualitas bagi anak- anak karyawan  yang pada waktu itu sebagian karyawan didatangkan dari  kota- kota besar diluar  Sulawesi, karena Soroako waktu itu masih merupakan daerah terisolir. Untuk pendidikan yang bermutu didatangkanlah guru-guru dari luar Soroako (Makassar, Jakarta, Surabaya  dan kota–kota lainnya).
  4. Dengan bertambahnya karyawan P.T INCO  Soroako termasuk karyawan lokal, maka bertambah pula murid sekolah  di sekolah  P.T. INCO . Bersamaan dengan itu Pemerintah mengingatkan tentang syarat sekolah swasta  diantaranya tentang Badan Pengelola Sekolah Swasta yang harus dikelola oleh bukan perusahaan yang berorientasi  pada mencari keuntungan seperti P.T INCO , tapi oleh sebuah Lembaga yang tidak mencari keuntungan, maka oleh Management P.T INCO dibentuk YAYASAN PENDIDIKAN SOROAKO (YPS), dengan akte notaris  nomor 4 tahun 1979. Jadi mulailah Management  mengatur strategi/menyusun aturan main tentang Persekolahan di P.T INCO ke YPS.
  5. Pada tahun 1983 dibukalah sebuah SMA di P.T INCO dengan aturan baru, yaitu pengelola SMA bukan lagi oleh Management P.T INCO tapi oleh Pengurus  Yayasan Pendidikan Soroako/ YPS, meskipun personelnya  masih dari Management P.T INCO, diantaranya Bapak B. N.Wahju. Kepala SMA pertama  di YPS  adalah Bapak Doedi  Soemawidjaja yang adalah ayah dari Ibu Soffie Wahju atau ayah mertua dari Bapak B. N Wahju.  Murid-murid  YPS  angkatan pertama itu adalah 16 orang dari tamatan SMP P.T INCO dan 5 orang tamatan SMP Negeri Wawondula/penduduk asli Soroako.
  6. 15 Juli 1985 seluruh sekolah di P.T. INCO (TK, SD, SMP, SMA) resmi bernaung dibawah Yayasan Pendidikan Soroako/YPS, yang berakibat beberapa orang guru keluar dari Soroako.
  7. Juli 1985 s/d Januari 1988 Yayasan Pendidikan Soroako/YPS, yang mengelola TK, SD , SMP, SMA dipimpin oleh Bapak  B.N. Wahju selaku ketua Umum Pengurus (Ketua  Umum  Board of YPS).
  8. Karena beberapa guru tidak mau bergabung dengan  YPS ,dan memilih meninggalkan  P.T. INCO Soroako, maka saya ditugaskan oleh Bapak B.N. Wahju untuk mencari/mendatangkan guru –guru  pengganti dari luar Soroako (Makassar, Surabaya, Yogyakarta, Malang, Manado).

Bapak B.N. Wahju sebagai Bapak Pramuka YPS:

  1. Bapak B.N. Wahju bukan saja peduli pada pendidikan formal, tapi peduli juga pada pendidikan Non Formal yaitu PRAMUKA. Pada tahun 1985 setelah Bapak B.N. Wahju  menjadi Ketua Umum  Pengurus YPS ,memprakarsai  pembentukan Gugus Depan Pramuka Y P S (Siaga di SD Penggalang di SMP dan Penegak di SMA)  Bapak  B.N. Wahju menganjurkan guru –guru di Y P S untuk mengikuti Kursus Pembina, baik Mahir Dasar Pramuka  maupun Mahir Lanjutan  Pramuka, bahkan mendatangkan khusus  pelatih- pelatih Pembina Pramuka dari Kwartir Daerah Pramuka Sulawesi Selatan di Makassar, dengan biaya P.T INCO/Soroako, dan YPS, dengan menugaskan saya untuk membicarakannya dengan pelatih-pelatih , dengan terbentuknya Gugus Depan  Pramuka di YPS, maka Bapak B.N.Wahju menjadi Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan PRAMUKA /MABIGUS PRAMUKA YPS dengan Sekretarisnya saya (Max Kolibu).
  2. Bersamaan dengan terbentuknya Gugus Depan/GUDEP PRAMUKA di YPS maka dengan prakarsa  Bapak B. N.Wahju , diadakanlah  Bumi Perkemahan PRAMUKA, dengan nama BUMPER PRAMUKA SAWERIGADING Soroako ,yang merupakan tempat pelatihan anak didik pramuka YPS , maupun sekolah lain juga kegiatan organisasi lainnya.
  3. Bapak B.N Wahju menugaskan saya untuk melakukan kerjasama dengan kwartir/cabang/Kwarcab  Luwu di Palopo dan Kwartir Daerah /Kwarda Sulawesi Selatan di Makassar untuk  kepentingan Pelatihan Pembina Pramuka baik di Gudep, maupan  di Kwartir Ranting /Kwaran Nuha.
  4. Dibawah asuhan Bapak B.N.Wahju sebagai  Ketua Umum Y PS, dan Ketua  MABIGUS PRAMUKA Gudep YPS, Penggalang YPS  mengikuti  Jambore Nasional  di Jakarta pada tahun 1986, di Cibubur, mewakili Kwarcab Luwu dalam Kontingen Kwarda Sulawesi Selatan
  5. Pada tahun 1991, meskipun Bapak B. N. Wahju  dan keluarga sudah berdomisili di  Jakarta, tetap berperan dalam mengusahakan membantu  GUDEP PRAMUKA YPS saat Penggalang mengikuti Jamboree Pramuka Mewakili Kwarcab Luwu. Dengan bantuan Bapak B.N. Wahju, GUDEP Pramuka mendapat kapling yang paling strategis yaitu dekat dengan Pusat informasi Panitia Jamboree Nasional di Cibubur , Jakarta. Karena peran aktif Bapak B.N. Wahju  dalam Pramuka, dalam tahun 1996, maka Kwartir Daerah  Pramuka Sulawesi Selatan menugaskan saya sebagai Ketua Kontingen Jamboree Nasional Daerah Sulsel karena keikutsertaan YPS/ GUDEP YPS mewakili Kwarcab  Luwu ke Jamboree Nasional di Cibubur Jakarta.

Bapak B.N. Wahju sebagai Tokoh Panutan bagi guru–guru dan Pegawai dan keluarganya baik di P.T. INCO, maupun di YPS

  1. Kewibawaan Bapak B.N. Wahju sangat diakui oleh guru-guru dan pegawai  karena  sepak terjang sebagai pemimpin sangat disegani, karena memperhatikan kesejahteraan bawahan  sampai ke hal-hal kecil.
  2. Kerukunan antar Guru dan pegawai serta keluarga dilakukan tanpa membedakan agama, golongan dan suku antara lain.
  3. Jika saat lebaran/Idul Fitri, dirumah  kediaman keluarga Bapak B,N.Wahju  terbuka bagi siapa saja untuk berkunjung bersilaturahmi.
  4. Bersama ibu Soffie Wahju berkunjung kerumah pegawai/guru yang beragama Kristen pada hari natal.
  5. Bersama  Ibu Soffie mengikuti pertemuan kekeluargaan di rumah guru- guru/pegawai.

Kesan PRIBADI dan keluarga saya terhadap Bapak B.N. Wahju dan Ibu Soffie:

  1. Kami  banyak mengambil teladan dalam kehidupan pribadi Bapak B.N. Wahju dan ibu Soffie  baik dalam tugas maupun dalam bermasyarakat dan berkeluarga.
  2. Pada hari Natal 1986, saat Bapak B.N. Wahju dan Ibu Soffie berkunjung  ke rumah kami di jalan Maluku, mengajak kami supaya segera pindah ke rumah  Salonsa karena oleh Personalia  INCO sudah  dikeluarkan surat pemberitahuan untuk pindah ke Salonsa (secara jujur pada waktu itu kami enggan pindah karena merasa saya bukan pegawai tinggi INCO, karena saat itu saya Kepala SMP YPS,  sedangkan Rumah Salonsa merupakan jatah untuk ditempati oleh  Pegawai Tinggi INCO), kami menerima ajakan untuk pindah ke Salonsa pada Januari 1987.
  3. Sebagai seorang guru, saya salut  kepada Bapak B.N. Wahju dan Ibu Soffie karena meskipun  Bapak B.N. Wahju atasan saya, tetapi tidak mencampuri urusan teknik pendidikan walaupun  menurut anak didik di sekolah ,saya dikenal keras dalam mendisiplinkan  murid (termasuk kepada anak–anak beliau yaitu : Reza, Emir, dan Kemal)
  4. Pada Maret s/d Juni 1988  saya dirawat di R.S. STELA MARIS Makassar karena sesuatu penyakit, saya ditempatkan di ruangan kelas III , tetapi karena  campurtangan Bapak  B.N.Wahju  saya dipindahkan  ke ruangan
    VIP.

PENUTUP

Bapak B.N.Wahju banyak mewarnai kehidupan pribadi saya maupun keluarga saya, apalagi dalam tugas, pengabdian, saya banyak menimba  hal-hal seperti kepemimpinan, kekeluargaan dan kemasyarakatan. Karena peran serta Bapak B.N.Wahju di P.T. INCO  Soroako dan di Yayasan Pendidikan Soroako, saya dapat berkarier di P.T INCO/YPS mulai dari guru Perintis SMP PT INCO/YPS Singkole, Kepala SMP, Kepala  SMA YPS, Dosen Akademi Tehnik  Soroako, Dosen di Akademi Perawat  R.S. INCO Soroako, Ketua Harian YPS, Direktur Sekolah  Umum, (TK< SD< SMP< SMA YPS), saya berkarya di P.T INCO Soroako dan di YPS dalam kurun waktu 31 Desember 1975 s.d.1 Juni 2001.

 

Dengan tulus dan jujur saya pribadi dan keluarga mengucapkan :

TERIMA KASIH KARENA SAYA MENEMUKAN SOSOK SESEORANG YANG BERNAMA BAPAK B.N.WAHJU DIDAMPINGI OLEH IBU SOFFIE YANG TELAH MEWARNAI KEHIDUPAN PRIBADI SAYA DAN KELUARGA.

JULI  23, 2012

Max Kolibu

Desa Kec. RANOYAPO, Kab MINAHASA, SELATAN , SULUT

Sumber : http://beniwahju.com/2012/07/