
Pada Implementasi kurikulum merdeka belajar, salah satu strategi pembelajaran yang diterapkan adalah strategi pembelajaran berbasis proyek yaitu Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). yang bertujuan untuk menguatkan upaya pencapaian kompetensi dan karakter peserta didik yang sesuai dengan nilai-nilai yang terdapat dalam Pancasila di setiap satuan pendidikan. Adapun enam dimensi Proyek Penguatan Profil pelajar Pancasila, yakni 1) Dimensi Beriman, Bertakwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia; 2) Dimensi Berkebhinekaan Global; 3) Dimensi Bergotong Royong; 4) Dimensi Mandiri; 5) Dimensi Bernalar Kritis; dan 6) Dimensi Kreatif. Untuk mewujudkan Profil Pelajar Pancasila tersebut dibutuhkan proyek penguatan yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengaplikasikan dan memperoleh pengetahuan sebagai proses penguatan karakter, sekaligus untuk belajar dari lingkungan sekitar.
Proyek pertama yang dilakukan oleh siswa kelas X SMA YPS Soroako mengusung tema kearifan lokal yang berfokus pada dimensi berkebhinekaan global dan bergotong royong. Bertempat di desa Nuha, para siswa tersebut melakukan pengamatan, mengumpulkan data dan informasi, dan melakukan wawancara, dan berinteraksi dengan penduduk dan pejabat setempat terkait bidang ekonomi, sosial, budaya, dan pendidikan. Mereka juga berkesempatan melihat pembuatan raft, yang menjadi moda transportasi bagi warga Nuha dan orang-orang yang ingin ke daerah Sulawesi Tengah dengan menyebrangi danau Matano, dan melihat pembuatan anyaman khas dari Nuha berupa keranjang tikar dan aneka wadah. Kegiatan ini berlangsung selama 2 hari yakni pada tanggal 11 Oktober sampai dengan tanggal 12 Oktober 2022.
Sekembalinya dari lokasi proyek, para siswa diharuskan membuat laporan dan melakukan presentasi kelas. Selama proyek tersebut dilaksanakan sampai dengan kegiatan presentasi, para guru fasilitator dan pendamping juga melakukan pengamatan dan penilaian terhadap para siswa terkait perilaku dan sikap gotong royong dan pemahaman budaya mereka.
Leave a Comment