
Sorowako – Program Induksi Guru Pemula (PIGP) merupakan salah satu program pembinaan yang bertujuan membantu guru yang baru diangkat agar dapat beradaptasi dengan lingkungan kerja, memahami budaya sekolah umum Yayasan Pendidikan Soroako (YPS), serta mengembangkan kompetensi profesional, pedagogik, sosial, dan kepribadian. Melalui kegiatan ini, guru pemula diberikan pelatihan untuk memperkuat identitasnya sebagai pendidik profesional yang reflektif, adaptif, dan beretika.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan PIGP yang dilaksanakan pada tanggal 24 Oktober 2025, para guru baru mengikuti sesi pembekalan bertema “Coaching & Feedback: Empowering Growth Through Conversations” yang dibawakan langsung oleh Gustaf Ganna Songgo, Founder YPS. Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan pendekatan coaching dan feedback sebagai strategi efektif dalam mendukung pertumbuhan profesional dan kinerja guru di lingkungan sekolah.
Dalam penyampaiannya, Gustaf menegaskan bahwa coaching bukanlah proses mengajar atau memberi perintah, melainkan upaya untuk membuka potensi seseorang agar mampu memaksimalkan kinerjanya sendiri. Ia menekankan bahwa coach dilarang keras menyuruh, karena tugas utamanya adalah membimbing dan membersamai klien melihat permasalahan dari sudut pandang yang lebih luas.
“Coach itu tugasnya menjadi partner, memberikan pertanyaan yang akan memprovokasi klien untuk menemukan jawaban atas masalahnya sendiri dan menemukan alternatif solusi terhadap masalahnya sendiri,” ujar Gustaf.
Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa dalam sesi coaching, solusi tidak datang dari coach, tetapi berasal dari klien itu sendiri. Coach hanya berperan sebagai fasilitator yang menuntun klien melakukan refleksi dan menemukan langkah perbaikan yang sesuai.
“Kita sebagai coach tidak bisa mengubah klien, tetapi klienlah yang dapat mengubah dirinya sendiri,” tambahnya.
Gustaf juga memperkenalkan model GROW + S, yang menjadi panduan utama dalam proses coaching, yaitu:
Selain itu, peserta juga diajak memahami perbedaan antara feedback, feedforward, dan coaching. Feedback berfokus pada refleksi masa lalu, feedforward mengarah pada perbaikan masa depan, sedangkan coaching berorientasi pada pertumbuhan dan potensi individu melalui percakapan yang reflektif dan memberdayakan.
Perwakilan manajemen Yayasan Pendidikan Sorowako (YPS), Lody Kolatlena, turut memberikan tanggapan positif terhadap kegiatan tersebut.
“Luar biasa ilmu yang kita dapat dari Pak Gustaf. Semoga bisa bermanfaat dan dapat kita laksanakan di kelas masing-masing,” ungkapnya.
Kegiatan diakhiri dengan refleksi bersama yang menggambarkan semangat guru pemula untuk terus belajar dan berkembang. Melalui penerapan prinsip coaching dan feedback yang efektif, diharapkan para guru dapat menciptakan lingkungan belajar yang suportif, inspiratif, dan berorientasi pada pertumbuhan berkelanjutan bagi seluruh warga sekolah.
Leave a Comment